Inilah Jitney, Nenek Moyangnya Taksi Uber

Otak.co – Asal usul Uber taksi yang didirikan oleh Garett Camp dan Travis Kalanick, ternyata mempunyai sejarah panjang yang diawali pada tahun 1914. Konsep yang diusung taksi uber saat ini bisa dikatakan sebagai reinkarnasi modern dari moda transportasi yang sudah lebih dulu hadir lebih dari 100 tahun yang lalu yang bernama Jitney.

gambar mobil jitney

sumber: thirdcarriageage.com

Apa itu Jitney?

Jitney adalah jenis transportasi alternatif yang menggunakan kendaraan pribadi yang melayani rute-rute yang tidak dilayani oleh transportasi umum yang sudah ada. Jitney diciptakan oleh seorang pria bernama L.R. Draper, seorang sales mobil dari kota Los Angles. Pada kala itu transportasi untuk masyarakat kota Los Angles hampir seluruhnya didominasi oleh street railways atau trem.

gambar trem dan horse lines

Angkutan trem (kanan) adalah generasi penerus angkutan horse lines (kiri). Sumber: edisontechcenter.org

Ide cikal bakal Jitney terilhami setelah melihat antrian orang-orang di sekitar pusat kota Los Angeles yang hendak menaiki trem. Ketika melihat situasi tersebut, Draper berpikir “kenapa tidak saya menempatkan tanda di mobil sehingga bisa mengantarkan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama dengan tarif se-jitney”. Jitney adalah sebuah slang untuk nikel (pecahan 5 sen dolar AS).

Draper segera melaksanakan ide tersebut dan meletakkan kertas didepan kaca mobilnya bertuliskan: First Street to Boyle Heights for five cents a head. Inovasi Draper segera disambut baik oleh warga kota Los Angles. Dengan antusiasme tersebut, dalam bulan yang sama, Jitney miliknya segera berlipat menjadi 3 unit.

Tumbuh suburnya Jitney yang mengusung konsep ride sharing selain dipengaruhi oleh tidak memadainya angkutan umum yang sudah ada, juga dipengaruhi oleh hadirnya mobil murah (Ford T Model yang diluncurkan tahun 1908), serta terjadinya krisis moneter yang menimpa Amerika pada tahun 1914. Ledakan pertumbuhan Jitney tidak hanya terjadi di Los Angles, tapi juga tumbuh subur secara nasional di negara-negara bagian yang lain.

perkembangan pertumbuhan jitney

sumber: saturdayeveningpost.com

Hal ini tentunya tidak membuat senang para operator trem yang mulai merasa tersaingi. Berjuang untuk memenangkan persaingan, para pengusaha trem mendekati dewan kota dan pemerintah daerah untuk menjegal perkembangan Jitney. Berbagai macam peraturan untuk membatasi dan menghambat ruang gerak pertumbuhan Jitney bermunculan diberbagai kota. Peraturan tersebut bermacam-macam, mulai dari aturan yang mempersulit hingga aturan yang tidak masuk akal, seperti:

– Perijinan yang mahal
– Peraturan keselamatan berkendara
– Jam kerja Jitney minimal 16 jam sehari
– Harus ada 2 supir untuk setiap kendaraan Jitney
– Harus memasang lampu dikursi belakang untuk mencegah tindakan mesum

Sampai dengan tahun 1918 aturan dan kebijakan tersebut berhasil mengurangi populasi ride sharing hingga 90%. Akhirnya pada tahun 1919 Jitney menghilang dengan sendirinya dari peredaraan.